7 Kebiasaan Penyebab Perut Buncit, Nomor 5 Sering Kita Alami!

Diperbarui: 19 Mei


7 Kebiasaan Penyebab Perut Buncit
7 Kebiasaan Penyebab Perut Buncit

Siapa di sini yang jadi gak percaya diri karena memiliki perut yang cembung? Eh, maksud mimin buncit deh. Mau pakai kaospun, kadang jadi jelek karena ada yang maju tuh. Akhirnya jadi pilih baju yang oversized untuk menutupi kebuncitan ini.

Ternyata guys! Tanpa kita sadari, banyak hal yang bisa menyebabkan perut kita maju lho. Kira-kira apa saja ya penyebabnya?


1. Pola makan yang tidak benar dan tidak seimbang

Pola makan yang tidak benar dan tidak seimbang
Pola makan yang tidak benar dan tidak seimbang

Coba perhatikan pola makan kamu deh, apakah jumlah kalori yang masuk lebih besar dibandingkan dengan yang keluar? Atau mungkin kamu terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi gula? Oh, apakah kurang protein dan terlalu banyak karbohidrat? Tau gak sih, ternyata semua ini penyebab perut buncit lho. Dilansir Medical News Today, beberapa makanan dan minuman manis seperti kue, permen, soda, dan jus buah juga bisa menyebabkan penumpukan lemak di perut karena dapat memperlambat metabolisme dan mengurangi kemampuan tubuh dalam membakar lemak.


Malas gerak dan jarang olahraga
Malas gerak dan jarang olahraga

2. Malas gerak dan jarang olahraga

Pernah dengar perilaku Sendeter? Jarang gerak atau yang sering dikenal dengan mageran. Kalau kerjaan kamu cuman duduk push rank atau tiduran doang sambil nonton drakor selama berjam-jam, gimana perut kamu gak maju kedepan? Padahal ya, kalau kamu jarang gerak dan olahraga, lemak dari makanan yang kamu makan tidak akan terbakar, dan tertimbun di perut kamu.

No Alkohol
No Alkohol

3. Alkohol

Tahu kah kamu, dilansir dari jurnal Current Obesity Reports, ada beberapa alasan mengapa alcohol merupakan penyebab perut buncit. Pertama, alkohol ternyata meningkatkan kalori makanan yang kamu konsumsi sebelum atau saat kamu meminumnya. Kedua, alkohol terbukti menurunkan hormon glucagon-like peptide 1 (GLP-1) dan hormon leptin. Rendahnya kedua hormon ini membuat tubuh mudah lapar. Yang ketiga, konsumsi alkohol akan meningkatkan asupan glukosa sehingga akan menumpuk lemak di dalam perut.

4. Merokok

Siapa di sini yang suka merokok setelah makan? Bahkan ada yang gak makan tapi ngerokok doang. Memang sih, faktanya rokok memberikan efek penurunan nafsu makan dan peningkatan pembuangan energi. Namun ternyata, menurut para peneliti, merokok bisa menjadi salah satu faktor yang membuat perut kita buncit. Salah satunya menurut penelitian ilmuwan di Univeristy of Glaslow menunjukkan bahwa perokok memang memiliki berat badan lebih rendah. Akan tetapi mereka memiliki lingkar pinggang lebih besar dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. Rokok juga dapat mengubah penyebaran lemak di tubuh sehingga lemak tertumpuk di daerah perut dan menyebabkan perut menjadi buncit.

5. Stress Berlebih

Nomor 5 stress berlebih. Ternyata, stress juga merupakan salah satu penyebab perut buncit lho! Saat kita sedang stress, hormon kortisol akan meningkat. Di mana hormon ini, dapat meningkatkan nafsu makan, terutama makanan manis, tinggi kalori, dan tinggi lemak. Nahh, kebanyakan nih orang-orang kalau lagi stress ngapain? Ya makan! Tanpa disadari untuk menenangkan diri kita jadi makan terus kan? Hormon kortisol menyebabkan kalori yang masuk tidak disimpan sebagai lemak di seluruh tubuh, tetapi lebih banyak disimpan di sekitar perut sehingga makin lama bisa makin menumpuk.

Stress Berlebih
Stress Berlebih

6. Kurang tidur dan istirahat

Penelitian yang dilakukan oleh seorang PhD dari University of Pennsylvania’s Perelman School of Medicine, Andrea Spaeth, mengatakan bahwa kurang tidur cenderung memperlambat proses pembakaran lemak. Karena kurang tidur ini, akhirnya memicu hormon ghrelin dan menurunkan hormon leptin. Di mana ini membuat kita menjadi cepat lapar dan ingin makan terus-menerus pada keesokan harinya. Gimana ga buncit ini perut?


7. Penuaan dan Menopause

Pria yang memasuki usia 40an, rentan mengalami perut buncit. Karena pada umur ini, hormone testosterone dan metabolisme tubuh akan menurun sehingga mengurangi kemampuan sel-sel organ tubuh dalam menyimpan lemak. Akibatnya, kelebihan asupan lemak akan langsung disimpan di bagian perut yang mana menyebabkan perut buncit. Begitupun dengan wanita ketika berada pada fase menopause. Kenaikan lemak perut terjadi tepatnya satu tahun setelah periode menstruasi terakhirnya. Pada waktu tersebut, kadar estrogen turun drastis sehingga menyebabkan lemak menumpuk di perut, bukan lagi pada pinggul dan paha.

Itu dia 7 kebiasaan yang mengakibatkan perut kita menjadi buncit. Untuk kamu yang punya masalah perut buncit, yuk mulai gerakin badan kamu! Lakukan banyak aktivitas positif seperti olahraga. Biar lemak-lemak nakal di perut kamu pergi jauh dan kebakar!

Jangan lupa untuk pakai baju olahraga dari RedDee untuk temani olahraga kamu ya! Kamu bisa dapatkan banyak model baju olahraga yang pastinya nyaman dan adem banget kalau dipakai berkeringat. Karena memiliki fitur bahanyang cepat menyerap keringat dan cepat kering!


27 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua