Kesalahan Umum dalam Weightlifting yang Harus Dihindari agar Terhindar dari Cedera
- reddeeid
- 19 Agu 2025
- 3 menit membaca

Weightlifting atau angkat beban adalah salah satu olahraga yang paling efektif untuk meningkatkan kekuatan, membangun massa otot, serta menjaga kesehatan tulang.
Menurut penelitian dari American College of Sports Medicine (ACSM), latihan beban yang dilakukan secara rutin dapat menurunkan risiko obesitas, menjaga metabolisme tetap aktif, dan mendukung kesehatan jantung.
Namun, banyak orang melakukan kesalahan saat weightlifting yang justru membuat progres terhambat, bahkan bisa memicu cedera serius. Artikel ini akan membahas kesalahan umum dalam weightliftingĀ yang harus kamu hindari, terutama jika kamu masih pemula atau sedang meningkatkan intensitas latihan.
Kesalahan Umum dalam WeightliftingĀ yang Harus Kamu Hindari
Melewatkan Pemanasan
Salah satu kesalahan umum dalam weightliftingĀ adalah tidak melakukan pemanasan dengan benar. Padahal, pemanasan berfungsi untuk meningkatkan aliran darah ke otot, melumasi sendi, dan mengaktifkan sistem saraf sebelum menghadapi beban berat.
š Dampaknya: Risiko cedera otot seperti strain atau keseleo lebih tinggi.
ā Solusi: Luangkan 10ā15 menit untuk pemanasan dinamis, misalnya jumping jacks, lunges, atau rotasi bahu.
Terlalu Fokus pada Berat, Bukan Teknik
Banyak orang berlomba-lomba mengangkat beban lebih berat tanpa memperhatikan teknik. Mengangkat beban dengan postur salah, misalnya deadlift dengan punggung melengkung, bisa menyebabkan cedera tulang belakang.
š Dampaknya: Progres melambat, cedera punggung, bahu, atau lutut.
ā Solusi: Prioritaskan teknik sebelum menambah beban. Jika perlu, minta bantuan trainer untuk koreksi gerakan.
Mengangkat Beban Terlalu Berat di Awal
Pemula sering tergoda menaikkan beban terlalu cepat. Padahal, tubuh butuh adaptasi bertahap.
š Dampaknya: Cedera otot, sendi, hingga overtraining.
ā Solusi: Gunakan prinsip progressive overloadānaikkan beban sedikit demi sedikit, misalnya 2,5ā5 kg tiap minggu sesuai kemampuan.
Postur Tubuh yang Buruk
Postur salah saat squat, bench press, atau overhead press bisa berbahaya. Misalnya, punggung membungkuk saat squat akan memberikan tekanan besar ke tulang belakang.
š Dampaknya: Risiko cedera lutut, punggung, dan bahu.
ā Solusi: Latihan di depan cermin atau gunakan rekaman video untuk mengecek postur.
Tidak Memberi Waktu Pemulihan
Kesalahan umum dalam weightlifting berikutnya adalah berlatih tanpa memberi waktu istirahat. Otot justru tumbuh saat masa pemulihan, bukan saat latihan.
š Dampaknya: Otot cepat lelah, cedera, dan performa menurun.
ā Solusi: Beri jeda 1ā2 hari untuk kelompok otot yang sama. Gunakan teknik split training agar tubuh tetap aktif tanpa overtraining.
Mengabaikan Nutrisi dan Hidrasi
Banyak yang mengira weightlifting cukup dilakukan di gym, padahal faktor nutrisi sangat berpengaruh. Asupan protein penting untuk membangun otot, sementara karbohidrat memberi energi untuk latihan.
š Dampaknya: Pemulihan otot lambat, massa otot sulit berkembang.
ā Solusi: Konsumsi protein (ayam, ikan, telur, atau whey), karbohidrat kompleks, serta cukup air sebelum dan sesudah latihan.
Tidak Menggunakan Alat Pendukung
Untuk latihan berat, alat pelindung seperti sabuk angkat beban (belt) atau wrist wraps sangat membantu menjaga stabilitas.
š Dampaknya: Cedera pergelangan tangan atau punggung bawah.
ā Solusi: Gunakan alat pendukung sesuai kebutuhan, terutama saat melakukan squat, deadlift, atau bench press berat.
Mengabaikan Sinyal Tubuh
Banyak orang memaksakan diri walaupun merasa nyeri atau tidak nyaman. Padahal, tubuh memberi sinyal ketika ada potensi cedera.
š Dampaknya: Cedera kecil bisa berkembang menjadi kronis.
ā Solusi: Jika nyeri terasa tajam atau berulang, hentikan latihan. Segera periksa ke dokter atau fisioterapis jika rasa sakit menetap.

Latihan Pintar, Bukan Sembarangan
Weightlifting bisa memberikan manfaat besar bagi tubuh jika dilakukan dengan benar. Dengan menghindari kesalahan umum dalam weightlifting, kamu bisa mendapatkan hasil maksimal tanpa mengorbankan kesehatan. Ingatlah tiga kunci penting: teknik yang benar, progres bertahap, dan pemulihan yang cukup.
Dan tentu saja, jangan lupakan kenyamanan saat latihan. Pakaian olahraga yang tepat seperti koleksi RedDeeĀ membantu kamu tetap leluasa bergerak, menyerap keringat, dan tampil percaya diri di gym.
š Jadi, yuk latihan lebih aman, nyaman, dan maksimal dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas.




Komentar