top of page

Kesalahan Umum dalam Weightlifting yang Harus Dihindari agar Terhindar dari Cedera


Anggota tubuh seseorang yang sedang mengangkat barbel di gym, mengenakan sepatu hitam. Lantai berwarna gelap, suasana fokus dan kuat.

Weightlifting atau angkat beban adalah salah satu olahraga yang paling efektif untuk meningkatkan kekuatan, membangun massa otot, serta menjaga kesehatan tulang.


Menurut penelitian dari American College of Sports Medicine (ACSM), latihan beban yang dilakukan secara rutin dapat menurunkan risiko obesitas, menjaga metabolisme tetap aktif, dan mendukung kesehatan jantung.


Namun, banyak orang melakukan kesalahan saat weightlifting yang justru membuat progres terhambat, bahkan bisa memicu cedera serius. Artikel ini akan membahas kesalahan umum dalam weightliftingĀ yang harus kamu hindari, terutama jika kamu masih pemula atau sedang meningkatkan intensitas latihan.


Kesalahan Umum dalam WeightliftingĀ yang Harus Kamu Hindari


  1. Melewatkan Pemanasan

    Salah satu kesalahan umum dalam weightliftingĀ adalah tidak melakukan pemanasan dengan benar. Padahal, pemanasan berfungsi untuk meningkatkan aliran darah ke otot, melumasi sendi, dan mengaktifkan sistem saraf sebelum menghadapi beban berat.


    šŸ“Œ Dampaknya: Risiko cedera otot seperti strain atau keseleo lebih tinggi.

    āœ… Solusi: Luangkan 10–15 menit untuk pemanasan dinamis, misalnya jumping jacks, lunges, atau rotasi bahu.


  2. Terlalu Fokus pada Berat, Bukan Teknik

    Banyak orang berlomba-lomba mengangkat beban lebih berat tanpa memperhatikan teknik. Mengangkat beban dengan postur salah, misalnya deadlift dengan punggung melengkung, bisa menyebabkan cedera tulang belakang.


    šŸ“Œ Dampaknya: Progres melambat, cedera punggung, bahu, atau lutut.

    āœ… Solusi: Prioritaskan teknik sebelum menambah beban. Jika perlu, minta bantuan trainer untuk koreksi gerakan.


  3. Mengangkat Beban Terlalu Berat di Awal

    Pemula sering tergoda menaikkan beban terlalu cepat. Padahal, tubuh butuh adaptasi bertahap.


    šŸ“Œ Dampaknya: Cedera otot, sendi, hingga overtraining.

    āœ… Solusi: Gunakan prinsip progressive overload—naikkan beban sedikit demi sedikit, misalnya 2,5–5 kg tiap minggu sesuai kemampuan.


  4. Postur Tubuh yang Buruk

    Postur salah saat squat, bench press, atau overhead press bisa berbahaya. Misalnya, punggung membungkuk saat squat akan memberikan tekanan besar ke tulang belakang.


    šŸ“Œ Dampaknya: Risiko cedera lutut, punggung, dan bahu.

    āœ… Solusi: Latihan di depan cermin atau gunakan rekaman video untuk mengecek postur.


  5. Tidak Memberi Waktu Pemulihan

    Kesalahan umum dalam weightlifting berikutnya adalah berlatih tanpa memberi waktu istirahat. Otot justru tumbuh saat masa pemulihan, bukan saat latihan.


    šŸ“Œ Dampaknya: Otot cepat lelah, cedera, dan performa menurun.

    āœ… Solusi: Beri jeda 1–2 hari untuk kelompok otot yang sama. Gunakan teknik split training agar tubuh tetap aktif tanpa overtraining.


  6. Mengabaikan Nutrisi dan Hidrasi

    Banyak yang mengira weightlifting cukup dilakukan di gym, padahal faktor nutrisi sangat berpengaruh. Asupan protein penting untuk membangun otot, sementara karbohidrat memberi energi untuk latihan.


    šŸ“Œ Dampaknya: Pemulihan otot lambat, massa otot sulit berkembang.

    āœ… Solusi: Konsumsi protein (ayam, ikan, telur, atau whey), karbohidrat kompleks, serta cukup air sebelum dan sesudah latihan.


  7. Tidak Menggunakan Alat Pendukung

    Untuk latihan berat, alat pelindung seperti sabuk angkat beban (belt) atau wrist wraps sangat membantu menjaga stabilitas.


    šŸ“Œ Dampaknya: Cedera pergelangan tangan atau punggung bawah.

    āœ… Solusi: Gunakan alat pendukung sesuai kebutuhan, terutama saat melakukan squat, deadlift, atau bench press berat.


  8. Mengabaikan Sinyal Tubuh

    Banyak orang memaksakan diri walaupun merasa nyeri atau tidak nyaman. Padahal, tubuh memberi sinyal ketika ada potensi cedera.


    šŸ“Œ Dampaknya: Cedera kecil bisa berkembang menjadi kronis.

    āœ… Solusi: Jika nyeri terasa tajam atau berulang, hentikan latihan. Segera periksa ke dokter atau fisioterapis jika rasa sakit menetap.


Seorang wanita mengenakan pakaian olahraga menggunakan mesin lat pulldown di pusat kebugaran. Ia tampak fokus, memamerkan otot-ototnya yang kencang. Suasananya modern dengan nuansa gelap.

Latihan Pintar, Bukan Sembarangan


Weightlifting bisa memberikan manfaat besar bagi tubuh jika dilakukan dengan benar. Dengan menghindari kesalahan umum dalam weightlifting, kamu bisa mendapatkan hasil maksimal tanpa mengorbankan kesehatan. Ingatlah tiga kunci penting: teknik yang benar, progres bertahap, dan pemulihan yang cukup.


Dan tentu saja, jangan lupakan kenyamanan saat latihan. Pakaian olahraga yang tepat seperti koleksi RedDeeĀ membantu kamu tetap leluasa bergerak, menyerap keringat, dan tampil percaya diri di gym.


šŸ‘‰ Jadi, yuk latihan lebih aman, nyaman, dan maksimal dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas.

Ā 
Ā 
Ā 

Komentar


Komplek Girimekar Permai Jl. Giri Mekar Indah 3 Blok C No.49, Girimekar, Bandung, Jawa Barat 40619, Indonesia

Phone: 081221875088

  • Facebook
  • Instagram
Subscribe Form

Thanks for submitting!

© 2021 - 2025 www.reddee.id - All Rights Reserved.

bottom of page